Berita

Kenali Gejala dan Tanda-Tanda Cacar Monyet

Gejala dan Tanda Cacar Monyet

Kasus cacar monyet akhirnya masuk ke tanah air. Hal ini membuat banyak orang semakin was-was dengan kehadiran penyakit yang satu ini. Bagaimana gejala dan tanda cacar monyet yang perlu diketahui?

Monkeypox merupakan penyakit infeksi virus yang berasal dari virus langka hewan yaitu virus zoonosis. Karena inang utama dari virus monkeypox berasal dari monyet maka penyakit ini pun disebut dengan nama cacar monyet.

Gejala Cacar Monyet

Orang yang terpapar virus monkeypox umumnya akan menunjukkan gejala pertamanya setelah satu hingga tiga minggu terkena virus. Pada periode ini, virus belum sepenuhnya berkembang biak sehingga disebut juga dengan masa inkubasi.

Masa inkubasi monkeypox akan berlangsung sekitar enam hingga tiga belas hari. Namun, masa inkubasi ini juga bisa berlangsung lama yaitu sekitar lima hingga dua puluh satu hari.

Baca Juga: Taiwan waspada saat China menembakkan rudal uji dan menerbangkan banyak jet

Saat penderita cacar monyet tidak menimbulkan gejala bukan berarti virus ini tidak bisa menyebar. Jadi, tetaplah waspada dan hati-hati dengan risiko penularannya. Monkeypox memiliki gejala yang hampir sama dengan cacar air pada umumnya yaitu memunculkan gejala menyerupai penyakit flu.

Menurut WHO, gejala dan tanda cacar monyet dibagi ke dalam dua periode yaitu invasi dan erupsi kulit. Berikut penjelasan selengkapnya.

Periode Invasi

Periode invasi akan berlangsung selama 0 hingga 5 hari setelah penderita terinfeksi untuk pertama kalinya. Adapun beberapa gejala yang akan dirasakan ialah seperti:

  • Deman
  • Sakit kepala yang sangat hebat
  • Terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit pada punggung
  • Nyeri otot
  • Tubuh menjadi sangat lemas

Untuk membedakan antara cacar monyet dengan cacar biasa lainnya dapat dilihat dari munculnya pembengkakan kelenjar getah bening. Jika mengalami cacar disertai dengan gejala pembengkakan kelenjar getah bening maka bisa jadi Anda sedang terkena virus monkeypox.

Untuk kasus yang lebih parah, orang yang terpapar virus cacar monyet bisa juga mengalami masalah kesehatan lainnya. Sebuah kasus menunjukkan bahwa terdapat kelompok pasien yang terkena virus monkeypox dan menunjukkan beberapa gejala seperti batuk, hidung berair hingga radang tenggorokan.

Kemudian, pasien yang digigit langsung oleh hewan yang terinfeksi virus tersebut juga bisa mengalami gejala mual dan muntah.

Periode Erupsi Kulit

Adapun periode erupsi kulit ini akan terjadi sekitar satu hingga tiga hari setelah mengalami demam. Pada fase awal periode erupsi kulit, penderita akan menunjukkan gejala ruam pada kulit.

Ruam akan pertama kali muncul pada wajah kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh. Biasanya, wajah, telapak tangan hingga kaki akan dipenuhi oleh ruam-ruam cacar. Kemunculan ruam juga bisa terdapat pada bagian vital penderita serta pada bagian tenggorokan, mata hingga kornea.

Ruam akan terbentuk dengan gejala awal yang menyerupai bintik-bintik lalu kemudian berubah menjadi vesikel atau lepuhan kulit berupa cairan bernanah. Menjelang beberapa hari kemudian, ruam pada kulit penderita akan membentuk kerak.

Perkembangan ruam menjadi bintik-bintik hingga menjadi keropeng akan membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari. Periode kulit menjadi keropeng sendiri akan berlangsung selama kurang lebih dalam tiga minggu. Setelah itu, kerak pun akan mengelupas dengan sendirinya.

Cara Penularan Cacar Monyet

Gejala dan Tanda Cacar monyet
Source: www.alodokter.com

Virus monkeypox bisa menular lewat kontak langsung seperti lesi kulit, darah, cairan tubuh hingga air liur. Mungkin masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang bagaimana proses penularan virus dari hewan kepada manusia terjadi.

Kasus di Afrika sendiri diketahui muncul melalui kontak secara langsung antara manusia dan monyet hingga pada tupai serta tikus Gambia yang juga terkena paparan virus. Penularan cacar monyet dari hewan ke manusia juga bisa terjadi akibat gigitan hewan yang terinfeksi virus.

Terjadinya kontak langsung dengan cairan, lewat kulit hewan hingga permukaan benda yang telah terkontaminasi virus juga menjadi penyebab penularan monkeypox pada manusia. Kasus penularan virus cacar monyet antar manusia biasanya terjadi dari droplet yang berasal dari saluran pernapasan orang yang telah terinfeksi.

Selain lewat paparan droplet yang terjadi saat batuk atau bersin, penularan virus monkeypox juga bisa terjadi lewat droplet saat sering berinteraksi secara tatap muka setiap harinya dengan orang yang terinfeksi.

Para ibu hamil juga patut waspada sebab, virus cacar monyet yang ada saat ini juga bisa berpindah dari tubuh ibu hamil ke dalam janin lewat plasenta.

Related posts

Aksi Presiden Indonesia Hadir di KTT G7

Linda Arista

Derry Sulaiman Menyarankan Solusi Dialog dan Tabligh Akbar dalam Kontroversi Kedatangan Coldplay ke Indonesia

Faqih Jafar

WhatsApp, Instagram, dan Facebook Terancam Diblokir Kementerian Kominfo

rumi