Satu Warta
Harga Mie Instan
Ekonomi

Ini Penyebab Kenaikan Harga Mie Instan Hingga Tiga Kali Lipat

Kabar tentang kenaikan harga mie instan, tentu jadi berita yang menghebohkan masyarakat. Makanan praktis, mengenyangkan serta punya harga yang murah meriah ini adalah salah satu pilihan makanan ketika kita ingin makan enak, namun tak perlu keluar uang yang banyak untuk menikmatinya. Mie instan sendiri sering dijuluki ‘makanan anak kos’ atau ‘makanan akhir bulan’, karena harganya yang terjangkau tersebut, sehingga di saat keuangan sedang menipis pun, siapa saja masih bisa menikmati makanan ini.

Penyebab Kenaikan Harga Mie Instan

Penyebab Kenaikan Harga Mie Instan

Mengutip dari kanal YouTube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa harga dari mie instan akan mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat. Ia menjelaskan bahwa yang menjadi penyebabnya adalah karena terjadinya perang antara Ukraina dan Rusia.

Indonesia sendiri memang mengandalkan pasokan gandum dari beberapa negara, yang mana juga termasuk Rusia serta Ukraina. Gandum ini dibutuhkan sebagai bahan tepung terigu yang merupakan bahan utama dalam pembuatan mie instan.

Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina ini akhirnya menyebabkan sekitar 180 juta ton gandum tidak bisa keluar. Gandum yang bisa dibilang mulai ‘langka’ inipun akhirnya juga mendorong peningkatan harga gandum. Melansir The Hindu Business Line, perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bukanlah satu-satunya penyebab kenaikan harga gandum secara global. Krisis pangan global sekarang ini bisa dibilang makin mengkhawatirkan serta mengancam banyak negara.

Baca Juga: Ternyata Ini Dia Faktor Penyebab Kenaikan BBM

Harga gandum yang melonjak ini disebabkan karena ketidakpastian pasar, akibat dari konflik Ukraina, terjadinya perubahan iklim dan juga meningkatnya biaya pertanian. Perang yang terjadi antar kedua negara tersebut pun memberi dampak pada harga pupuk serta sumber daya pertanian yang ikut meningkat.

Di pasaran sendiri, melansir laman Kumparan, telah terjadi kenaikan harga mie instan di beberapa gerai minimarket ataupun warung, yang mana kenaikannya sekitar Rp 500 per bungkus.

Bahan Alternatif Untuk Membuat Mie Instan

Pengaruh Kenaikan Harga Mie Instan

Sekalipun mie instan bukanlah sumber pangan utama, namun keberadaan mie instan ini jadi salah satu makanan hemat untuk banyak orang. Namun karena bahan bakunya yang langka, sebenarnya ada kemungkinan bahan alternatif lain untuk membuat mie.

Sebagaimana melansir laman Kompas, Manager Program Agroekosistem Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati), Renata Puji, menyebutkan bahwa sekarang ini pun banyak mie olahan yang bahan bakunya terbuat dari terigu. Seperti tepung sagu, tepung singkong ataupun tepung sukun. Adapula yang berbahan shirataki da porang yang jadi bahan dasar tepung untuk mi yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.

Pengaruh Kenaikan Harga Mie Instan Pada Produsen dan Pedagang serta Konsumen

Melansir Kumparan, Agus Suyatno sebagai Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa perusahaan besar produsen mie instan tidak terpengaruh oleh berita kenaikan harga ini, karena mereka pun mempunyai stok yang cukup untuk dapat terus menjual produknya. Ia pun menambahkan kalaupun stoknya telah habis, produk punya sumber daya yang cukup untuk dapat mengembangkan mie isntan dari bahan lain.

Namun sayangnya, yang mungkin akan terdampak kenaikan harga ini adalah para pedangan mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjual makanan utamanya adalah mie instan, serta para konsumen.

Pada pengusaha UMKM, pasokan bahan baku usaha mereka bisa terganggu, karena adanya kenaikan harga ini.

Sedangkan pada konsumen mie instan, tentu akan ada penyesuaian yang terjadi pada konsumsi masyarakat setelah terjadinya kenaikan harga. Mie instan mungkin tetap akan jadi makanan yang sering dikonsumsi masyarakat, namun frekuensinya saja yang kemungkinan akan berkurang dari yang sebelumnya.

Baca Juga: AI dapat membantu memerangi perubahan iklim tetapi juga dapat memperburuknya

Kelangkaan serta kenaikan harga gandum ini sebenarnya jadi kesempatan bagi pemerintah untuk bisa mengembangkan bahan alternatif untuk menggantikan gandum dalam produksi mie instan, seperti tepung singkong atau sorgum. Apalagi konsumsi gandum negara Indonesia ini terbilang besar, padahal pasokan gandumnya berasal dari impor. Dengan kenaikan harga gandum inipun akan mendorong pemerintah untuk mengurangi kegiatan impor gandum.

Itulah beberapa hal terkait kenaikan harga mie instan yang ternyata disebabkan karena kelangkaan gandum dunia, yang salah satu penyebabnya karena perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Related posts

Ternyata Ini Dia Faktor Penyebab Kenaikan BBM

Marsyaviani

Apakah Uang Berharga? | Esensi Uang dan Transaksi-edited

rumi

Skandal Emas Bea Cukai Terungkap: Sri Mulyani Beberkan Nilai Transaksi Rp 198 Triliun

rumi

Leave a Comment