Nasional

Pemerintah Dianggap Gagal, Rakyat Disebut Tanggung Penderitaan


Hari Gini Belum Punya Website? Bikin Website Sekarang, Dapatkan Harga Spesial Khusus Hari Ini

​ 

harian-detik.com – Mantan sekretaris Kementerian BUMN , Muhammad Said Didu menyebutkan jika pada saat ini rakyat menanggung beban penderitaan akibat kegagalan pemerintah.

Kegagalan pemerintah yang dimaksud Said Didu yaitu dalam merancang proyek-proyek infrastruktur yang dibangun.

Akibatnya, Indonesia masuk ke dalam jebakan infrastruktur karena dinilai salah perhitungan.

Analisi tersebut diungkap Said Didu pada 2018 ketika membahas proyek pembanguan infrastruktur era Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

Pada era Jokowi , sejumlah ruas jalan tol dibangun seperti trans Jawa dan trans Sumatera.

Tidak hanya membangun jalan tol, ada juga pembangunan rel untuk kereta cepat Jakarta-Bandung dan proyek ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Namun, dari pembangunan tersebut, tersisa utang yang cukup banyak yang harus dibayar Indonesia.

Seperti analisis saya thn 2018 bhw akan terjadi infrastruktur traps, yaitu kelebihan infrastruktur yg menjadi beban rakyat sudah terbukti,” kata Said Didu .

Selain pembangunan tersebut, Said Didu juga menyoroti kenaikan tarif listrik, pembangunan bandara seperti Kertajati (Majalengka) dan Jenderal Soedirman (Purbalingga).

Kedua bandara tersebut sempat diresmikan dalam sebuah acara yang mewah, tetapi kini mati suri.

Data menunjukkan bhw saat ini listrik berlebih, jalan tol sepi, bandara kosong, dll. Penyebabnya adalah, pemerintah gagal membangun industri,” ujar Said Didu dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter miliknya.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://harian-detik.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-detik.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

 

Related posts

BNPB sebut lokalitas PRB penting dalam sikapi tragedi Kanjuruhan

KPU Membantah Tudingan Kurang Transparan dalam Proses Verifikasi Parpol

Akibat Tidak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Putuskan untuk Mengundurkan Diri

Generated by Feedzy