Satu Warta
Beritainternasional

Pejabat Elit Rusia Belot ke Turki, Sebut Putin sebagai Penjahat Perang

Gleb Karakulov, seorang pejabat komunikasi di dinas keamanan rahasia elite Presiden Rusia Vladimir Putin, membelot ke Turki bersama istri dan putrinya, karena merasa tidak dapat bekerja untuk sosok yang ia sebut sebagai “penjahat perang” setelah invasi Rusia ke Ukraina. Karakulov, yang bertanggung jawab untuk membangun sistem komunikasi yang aman untuk presiden dan perdana menteri Rusia, bekerja di Layanan Perlindungan Federal yang rahasia selama 2009 hingga 2022, mirip dengan CIA.

Karakulov mengungkapkan bahwa Putin semakin menjadi semakin paranoid dalam beberapa tahun terakhir dan menolak untuk menggunakan internet, tidak memiliki ponsel, serta lebih memilih bepergian dengan kereta lapis baja. Ia juga mengatakan bahwa Putin pada bulan Oktober telah memerintahkan agar kedutaan Rusia di Kazakhstan dilengkapi dengan jalur komunikasi yang aman, yang merupakan kali pertama Karakulov diperintahkan untuk memenuhi permintaan semacam itu.

Menurut Karakulov, ia tidak lagi bisa bekerja untuk Putin karena merasa bahwa presiden Rusia telah menjadi “penjahat perang”. Ia berbicara selama wawancara dengan The Dossier Center yang didanai oleh tokoh oposisi Rusia Mikhail Khodorkovsky.

Related posts

Sidang Mahkamah Konstitusi: Kuasa Hukum Ganjar-Mahfud Membahas Kontroversi Putusan MK

Faqih Jafar

Derry Sulaiman Menyarankan Solusi Dialog dan Tabligh Akbar dalam Kontroversi Kedatangan Coldplay ke Indonesia

Faqih Jafar

Mengungkap Fakta Seputar Konser Kontroversial Hindia

Satuwarta

Leave a Comment